Inibaru.id - Komite Permainan Olahraga Tradisional (KPOTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menyelenggarakan turnamen olahraga pemainan rakyat yakni Gobak Sodor. Turnamen tersebut menjadi salah satu cabang yang mengisi Pekan Olahraga Warga Kota Semarang (Porwakos).
Acara yang berlangsung di Gedung Tri Lomba Juang Kota Semarang pada Sabtu (15/3) pagi tersebut diikuti oleh 16 kecamatan. Uniknya, peserta dari Gobak Sodor tersebut diikuti oleh anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Firman Fahmi selaku koordinator KPOTI Jawa Tengah menjelaskan banyak hal mengenai permainan Gobak Sodor ini. Katanya, permainan zadul ini sudah resmi menjadi permainan olahraga tradisional.
Baca Juga:
Keseruan Main Gobak SodorO ya, sekarang permainan ini disebut Hadang. Hal ini dilakukan karena banyaknya nama yang dimiliki.

“Jadi lembaga ini (KPOTI) sudah mencakup nasional. Di setiap daerah sudah ada cabangnya,” ucap Firman.
Kata Firman, KPOTI memang sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan permainan tradisional. Langkah yang mereka tempuh adalah dengan menyentuh elemen dasar masyarakat. Itulah mengapa melalui Porwakos ini peserta terdiri dari anggota PKK.
Porwakos yang melombakan Gobak Sodor sudah 4 kali diadakan. Hm, pantas saja hampir semua peserta tampak siap mengikuti perlombaan. Nggak ada sedikitpun kecanggungan meskipun Gobak Sodor bukan suatu olahraga yang populer.

“Bahkan untuk Kecamatan Gunungpati sudah pernah meraih juara Nasional Gobak Sodor,” ungkap Firman.
KPOTI tentu menyematkan harapan besar dengan menyelenggarakan turnamen Gobak Sodor ini. Permainan nantinya bukan sekadar jadi tradisi masyarakat, namun juga bisa menjadi sarana mengukir prestasi.
“Kami ingin melestarikan kembali permainan tradisional yang semakin meredup tiap tahunnya. Upaya yang kami tempuh selain sosialisasi di acara-acara umum ya menyelenggarakan perlombaan seperti ini,” papar Firman.
Wah, menarik juga ya, Millens. Yuk, dukung upaya KPOTI mengenalkan Gobak Sodor. (Audrian F/E05)