BerandaHits
Senin, 13 Apr 2026 14:38

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

Penulis:

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan SeriusSundara
Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

Suasana ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. (Freepik)

Mayoritas calhaj Semarang 2026 didominasi lansia dengan risiko hipertensi dan kolesterol tinggi, sehingga sebagian besar membutuhkan pendampingan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.

Inibaru.id - Mayoritas calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Semarang tahun 2026 masuk dalam kelompok rentan. Komposisinya didominasi lanjut usia (lansia) hingga 42 persen dengan persoalan kesehatan paling umum berupa hipertensi dan hiperlipidemia atau kolesterol tinggi.

Fakta ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam yang menjelaskan seluruh calhaj telah menjalani skrining kesehatan yang terintegrasi dalam sistem "Siskohatkes" sebagai basis pemantauan kondisi jemaah.

"Masalah (kesehatan) calon jemaah haji di Kota Semarang didominasi E78 atau hiperlipidemia dan I10 atau hipertensi," ujar Hakam saat dihubungi Inibaru.id, Sabtu (11/4).

Secara total, jumlah calon jemaah haji yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas mencapai 1.860 orang. Angka ini termasuk jemaah dari luar daerah. Sementara, khusus untuk warga Semarang tercatat sebanyak 1.746 orang.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar jemaah atau 1.487 orang masuk kategori istithaah dengan pendampingan. Artinya, mereka dinilai mampu berhaji tapi tetap membutuhkan pengawasan medis selama menjalankan ibadah.

"Sebanyak 365 jemaah dinyatakan istithaah mandiri atau mampu menjalankan ibadah tanpa pendampingan khusus," ungkap Hakam.

Di sisi lain, terdapat delapan calon jemaah haji yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan (tidak istithaah). Kasusnya meliputi tiga pengidap gagal ginjal serta masing-masing satu kasus demensia, kanker, stroke, PPOK, dan fraktur.

Penetapan status kesehatan tersebut, menurut Hakam, dilakukan secara sistematis melalui Siskohatkes yang terhubung dengan riwayat medis, hasil laboratorium, rujukan rumah sakit, hingga data PCare BPJS.

Hakam mengingatkan, jemaah berisiko tinggi, terutama lansia dan penderita penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, agar disiplin menjaga kondisi tubuh, membawa obat pribadi, serta aktif melaporkan kondisi kesehatannya kepada petugas TKHI.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Semarang, Mawardi menyebut bahwa komposisi usia jemaah tahun 2026 didominasi kelompok usia 51 hingga 75 tahun yang mencapai 1.160 orang.

Kemudian kelompok usia 31 hingga 50 tahun tercatat sebanyak 457 orang, sedangkan usia 76 hingga 81 tahun mencapai 151 orang. Bahkan, terdapat 26 jemaah dengan usia di atas 81 tahun.

"Kalau calon jemaah dari kalangan muda sekitar 30 persen. Usia di bawah 30 tahun tercatat 56 orang," ucapnya.

Lebih lanjut, Mawardi mengatakan jumlah lansia tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, dia tetap mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kebugaran dan menghindari aktivitas berat menjelang keberangkatan, agar kondisi tetap prima saat menjalankan ibadah.

"Pesan saya menjelang keberangkatan kepada semua calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas yang menguras fisik," tandasnya.

Dengan didominasi lansia serta risiko penyakit kronis yang tinggi, kesiapan fisik dan kedisiplinan menjaga kesehatan jadi kunci utama agar ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Petugas kesehatan jangan sampai lengah ya! (Sundara/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved