Kok Bisa Ada Kembar Beda 6 Tahun di Sumenep? Ini Penjelasannya

Kok Bisa Ada Kembar Beda 6 Tahun di Sumenep? Ini Penjelasannya
Kisah kembar enam tahun di Sumenep, Madura. Hal ini kronologi dan penjelasannya. (Detik)

Di Sumenep, Madura, Jawa Timur, terlahir bayi 'kembar' beda enam tahun dari kembar lainnya. Kok bisa ya kembar terlahir dengan jarak sejauh itu? Ternyata ada penjelasannya, Millens. Yuk, simak!

Inibaru.id – Pernah terpikir nggak kalau ada ‘kembar’ beda 6 tahun? Hal ini beneran terjadi lo di Sumenep, Madura, Jawa Timur. ‘Kembar’ yang sangat nggak biasa ini adalah anak dari pasangan Rifki dan Aisyah Fiyanti. Bagaimana sih cerita dari kembar unik ini?

Sebelum dikaruniai momongan pada 2016 lalu, Rifki dan Aisyah sudah sangat lama menunggunya. Nah, pada 2015, mereka pun mengikuti program bayi tabung frozen embryo transfer (FET) demi mendapatkannya. Program ini berhasil dan membuat mereka mendapatkan putra bernama Achmad Rifansyah.

Nah, pasangan ini mau memberikan adik bagi anak yang akrab dipanggil Evan ini. Mereka pun melakukan program bayi tabung yang sama. Nah, pada Kamis (11/11/2021) lalu, adik Evan bernama Khadijah Adzikya pun lahir.

Lantas, jika beda usianya sampai enam tahun, kok bisa disebut sebagai kembar? Kalau menurut pakar kesehatan dari Rumah Sakit Keluarga Kelapa Gading Jakarta dr Boy Abidin. Hal ini disebabkan oleh proses FET yang dijalani pasangan asal Sumenep ini. Proses ini memungkinkan embrio yang dibekukan lalu dicairkan kembali sehingga nantinya bisa hidup serta berkembang jadi janin di kemudian waktu.

Ilustrasi: Bayi yang terlahir dari program bayi tabung.  (Flickr/Mark Doliner)
Ilustrasi: Bayi yang terlahir dari program bayi tabung.  (Flickr/Mark Doliner)

Omong-omong, embrio adalah sel telur yang sudah dibuahi. Kalau dalam proses bayi tabung (IFV), proses pembuahan sel telur ini nggak terjadi di dalam tubuh manusia, melainkan di laboratorium. Nah, embrio ini kemudian ditanamkan pada rahim perempuan yang ingin segera hamil dan mendapatkan keturunan.

Nah, khusus untuk pasangan di Sumenep, program bayi tabung mereka menghasilkan sejumlah embrio. Satu embrio kemudian ditanamkan ke rahim Aisyah dan kemudian lahirlah Evan pada 2016. Nah, embrio lainnya dibekukan dan baru ditanamkan pada 2021 ini dan kemudian lahirlah Khadijah. Jadi, sebenarnya mereka memang bisa dianggap sebagai kembar meski tautan usianya sangatlah jauh.

Betewe ya, Millens. Sebenarnya, program bayi tabung yang dijalani Aisyah dan Rifki pada 2015 lalu menghasilkan 10 embrio. Nah, embrio pertama yang ditanamkan ke rahim Aisyah nggak berkembang. Setelahnya, dua embrio sekaligus ditanamkan ke rahimnya dan kemudian lahirlah anak pertamanya.

Wah kasus kembar beda enam tahun di Sumenep ini ternyata sangat menarik, ya. Semoga saja bisa jadi inspirasi bagi pasangan yang juga ingin mendapatkan solusi untuk mendapatkan keturunan sesegera mungkin, Millens. (Det/IB09/E05)