Inibaru.id - Kalau biasanya museum identik dengan suasana tenang dan serius, akhir Februari ini National Museum of Korea bakal tampil beda total. Bangunan megah yang terletak di kawasan Yongsan, Seoul, itu akan “berubah warna” jadi pink, warna khas girlband K-pop Blackpink. Hal ini terjadi sebagai bagian dari kolaborasi spesial menyambut perilisan EP terbaru mereka yang berjudul Deadline.
Girl group ini resmi bekerja sama dengan museum nasional Korea untuk merayakan comeback mereka yang dijadwalkan pada 27 Februari. Selama periode acara, mulai 27 Februari hingga 8 Maret, bagian luar museum dan area plaza akan diterangi cahaya pink yang mencolok, menciptakan suasana unik yang memadukan budaya pop dan warisan sejarah.
Tak cuma soal visual yang Instagramable, pengunjung juga bisa menikmati pengalaman mendengarkan album langsung di area museum. Sebuah listening zone khusus disiapkan di koridor “Path to History”, tempat lima lagu dari EP Deadline bisa diputar secara penuh. Mulai dari lagu pra-rilis “Jump”, title track “Go”, hingga “Me and My”, “Champion”, dan “Fxxxboy”.
Buat fans yang ingin merasakan momen lebih eksklusif, tersedia sesi pre-listening sehari sebelum rilis album, tepatnya 26 Februari, setelah jam operasional museum berakhir. Tiketnya bisa dipesan lewat Naver dan kabarnya jadi buruan banyak orang karena kuotanya terbatas.
Yang bikin kolaborasi ini makin spesial, Blackpink juga ikut ambil peran sebagai audio guide untuk delapan artefak penting koleksi museum. Jadi, saat berkeliling melihat peninggalan bersejarah Korea, pengunjung bisa mendengarkan penjelasan langsung dari Jennie, Jisoo, Rosé, dan Lisa. Menariknya, panduan audio ini tersedia dalam beberapa bahasa: Jennie dan Jisoo dalam bahasa Korea, Rosé dalam bahasa Inggris, dan Lisa dalam bahasa Thailand.
Program audio ini akan tersedia hingga akhir Juli, memberi waktu panjang bagi pengunjung lokal maupun turis mancanegara untuk menikmati pengalaman museum yang terasa lebih dekat dan modern.
Kolaborasi ini juga mencatat sejarah baru. Blackpink menjadi grup K-pop pertama yang melakukan kerja sama skala besar secara resmi dengan National Museum of Korea. Langkah ini sejalan dengan upaya museum untuk menjangkau audiens global, apalagi setelah mencetak rekor kunjungan lebih dari enam juta orang tahun lalu.
Lewat proyek ini, budaya pop dan sejarah Korea seolah saling menyapa. Blackpink tidak hanya comeback lewat musik, tapi juga membawa penggemarnya masuk ke ruang budaya yang lebih dalam. Perpaduan cahaya pink, lagu baru, dan artefak bersejarah jelas bikin museum kali ini terasa jauh dari kata membosankan.
Apakah kamu pengin mengunjungi National Museum of Korea juga setelah mengetahui hal ini, Gez? (Arie Widodo/E07)
