BerandaHits
Sabtu, 4 Apr 2026 16:21

Evaluasi, DPRD Jateng Bentuk Pansus LKPJ 2025 buat 'Sidak' Kinerja Pemprov

Penulis:

Evaluasi, DPRD Jateng Bentuk Pansus LKPJ 2025 buat 'Sidak' Kinerja PemprovAdministrator
Evaluasi, DPRD Jateng Bentuk Pansus LKPJ 2025 buat 'Sidak' Kinerja Pemprov

DPRD Jateng bentuk pansus untuk membedah LKPJ gubernur Jateng. (DPRD Jateng)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen legislatif dalam mengawal transparansi anggaran sekaligus mengevaluasi capaian program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga angka kemiskinan yang diklaim menurun.

Inibaru.id – DPRD Jawa Tengah nggak mau main-main dalam urusan pengawasan. Baru-baru ini, mereka resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Intinya, para wakil rakyat ini siap menguliti sejauh mana efektivitas program yang sudah digarap Pemprov Jateng selama setahun kemarin.

Keputusan ini diketok dalam Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Semarang. Nama Tugiman dari Fraksi PKS didapuk sebagai Ketua Pansus, didampingi I Putu Dody dari Fraksi Demokrat sebagai Wakil Ketua.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menegaskan kalau Pansus ini bukan sekadar formalitas. Mereka bakal kasih catatan kritis buat Gubernur sebagai bahan evaluasi supaya performa di tahun 2026 makin mantap.

"Kita bakal review kegiatan tahun 2025. Apa yang sudah disampaikan Pak Gubernur nanti kita kasih catatan untuk perbaikan tahun ini," ujar Sumanto.

Fokus ke Infrastruktur dan Ekonomi

Gubernur Jateng menekankan untuk fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi. (DPRD Jateng)
Gubernur Jateng menekankan untuk fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi. (DPRD Jateng)

Di sisi lain, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga memaparkan rapor kerjanya selama 2025. Menurutnya, tahun lalu Pemprov emang lagi fokus banget memperbaiki infrastruktur yang jadi turunan dari RPJM Nasional.

Hasilnya pun lumayan oke, Gez. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan tren positif, di antaranya angka kemiskinan turun dari 9,58% menjadi 9,37%. Sementara itu, pertumbuhan ekononi tembus di angka 5,37%, alias di atas rata-rata nasional! Keren kan?

Luthfi mengklaim keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi apik antara Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan DPRD.

PR buat 2026; Kemiskinan Masih Jadi Fokus

Meski angka kemiskinan turun, Luthfi sadar tugas belum selesai. Untuk tahun 2026, ia menekankan kalau pengentasan kemiskinan nggak bisa cuma mengandalkan satu sektor. Semua aspek mulai dari sandang, pangan, papan, sampai kesehatan dan pendidikan harus dikeroyok bareng-bareng.

Satu hal yang jadi sorotan adalah evaluasi data penerima bansos. Luthfi nemu ada warga yang terima bansos dalam jangka waktu terlalu lama. Hal ini bakal dievaluasi biar bantuan ke depannya lebih tepat sasaran dan nggak bikin ketergantungan.

Gimana nih menurut kamu, Gez? Apakah pembangunan di Jawa Tengah selama 2025 kemarin sudah beneran terasa manfaatnya di tempatmu? (Administrator/E01)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved