Begini Versi Lurah Sei Merbau Sumatera Utara Soal Pohon Tumbang yang Berdiri Lagi

Begini Versi Lurah Sei Merbau Sumatera Utara Soal Pohon Tumbang yang Berdiri Lagi
Pohon tumbang berdiri lagi di Tanjungbalai, Sumatera Utara. (Tribunmedan/Alif Alqadri Harahap)

Lurah Sei Merbau, di Sumatera Utara meminta warga nggak mengaitkan kasus ini dengan mistis. Dia punya dugaan ilmiah mengapa pohon tersebut berdiri lagi usai roboh. Seperti apa ya dugaan itu?

Inibaru.id – Warga Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara dihebohkan dengan pohon tumbang yang berdiri lagi pada Minggu (4/4/2021). Padahal, pohon tersebut sudah roboh sejak Rabu (31/3).

Gara-gara pohon ini berdiri mendadak, seorang warga bernama Yusuf bahkan sampai meninggal karena terpental. Kontan, hal ini membuat banyak orang mengaitkannya dengan hal mistis. Apalagi, ukuran pohon juga sangat besar karena usianya yang diduga sudah ratusan tahun. Meski begitu, Lurah Sei Merbau Fahrurrozi meminta warga nggak mengaitkannya dengan hal tersebut.

“Kita imbau warga tidak mendekati pohon itu dulu,” terang Fahrurrozi yang nggak ingin terjadi kecelakaan atau hal-hal buruk lainnya, Selasa (6/4).

Pihak Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) sekaligus Dinas Lingkungan Kota Tanjung Balai sampai langsung diterjunkan untuk menebang pohon yang berdiri lagi tersebut agar nggak membahayakan orang lain. Mereka melakukannya pada Rabu (7/4) dan menyelesaikan proses penebangan pada sore hari.

“Kami nggak bisa menganalisa tentang itu (soal alasan pohon bisa berdiri kembali), karena fokus pada penumbangan pohon tersebut,” ucap Kepala Laksana BPBD Kota Tanjungbalai Ridwan Parinduri, Rabu (7/4).

Ukuran pohon tumbang berdiri lagi yang sangat besar. (Detik)
Ukuran pohon tumbang berdiri lagi yang sangat besar. (Detik)

Sebelumnya, pohon ini tumbang dengan sendirinya dan menimpa lima rumah milik warga. Warga pun kemudian bergotong royong membersihkan pohon sekaligus puing-puing rumah pada Minggu (4/4). Namun, tiba-tiba saja pohon ini berdiri kembali.

Tiga orang yang sedang melakukan pembersihan di atas pohon pun langsung terpental. Dua orang mengalami luka-luka, yakni Atan dan Aris. Sayangnya, Yusuf harus meregang nyawa meski sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka yang cukup parah.

Menurut Fahrurrozi, ada kemungkinan karena ranting dan batang pohon di bagian atas dibersihkan warga, beban akar pohon berkurang dengan signifikan sehingga membuat pohon seolah-olah berdiri kembali. Prosesnya memang berlangsung dengan sangat cepat sehingga membuat warga terpental.

Kasus pohon tumbang berdiri kembali di Sumut ini memang cukup menghebohkan, ya, Millens. Kalau di tempatmu, apakah juga ada kasus yang mirip sehingga juga memicu kehebohan banyak orang? (Kum/IB09/E05)