Bayi Meninggal Usai Diajak Naik Motor, Dokter: Imun Bayi Belum Sempurna

Bayi Meninggal Usai Diajak Naik Motor, Dokter: Imun Bayi Belum Sempurna
Setelah rewel dan mengalami batuk berdahak, bayi enam bulan yang diajak perjalanan naik motor meninggal dunia. (Pixabay/Christianabella)

Dokter mengatakan bayi di bawah satu tahun memiliki sistem imun yang belum sempurna sehingga rentan terkena penyakit, debu, kotoran, dan virus.

Inibaru.id – Penyesalan selalu datang terlambat. Hal inilah yang dirasakan oleh orang tua bayi 6 bulan yang meninggal usai dibawa naik sepeda motor dari Tegal ke Surabaya. Tindakan sembrono itu dilakukan karena sang orang tua pengin menonton klub sepak bola idolanya.

Akun Twitter @jungkangFamily sempat mengunggah cuitan yang isinya penyesalan telah melakukan hal tersebut pada Rabu (3/8/2022) lalu sebelum kemudian dihapus.

Berkat ketololan yang terbungkus ego dan kesombongan saya. Yang nekat mengajak anak saya yang berusia 6 bulan untuk away dari Tegal ke Surabaya,” tulis cuitan yang sudah dihapus tersebut.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu adalah anak ketiga dari pasangan FJ (38) dan RA (37). Untuk menonton klub bola kesayangan mengarungi musim liga baru, mereka memilih mengendarai motor sejauh itu agar lebih hemat. Sayangnya, keinginan untuk berhemat membuat mereka abai pada kesehatan buah hati.

“Kalau naik mobil kan habisnya sekitar Rp 2 juta. Jadi saya pilih naik motor dari Tegal (31/7/2022) malam,” cerita FJ, Minggu (7/8).

Beberapa saat setelah tiba di Surabaya, bayinya terus mengalami batuk berdahak. Sempat diberi balsem pada dada dan punggung, batuk dan tangisan bayi justru semakin menjadi.

Tahu kondisi bayinya memburuk, FJ kemudian membawanya ke RS Marinir di Gunung Sari, Surabaya. Bayi yang kondisinya kian parah itu kemudian dirujuk ke RSAL Surabaya. Di rumah sakit terakhir itulah, sang bayi dinyatakan meninggal.

“Saya pribadi menyesal sedalam-dalamnya. Karena akibat keegoan saya agar mendapat kebanggaan akan mendukung klub bola yang saya dukung, membawa petaka bagi putri saya,” ungkap FJ.

Pendapat Dokter

Ilustrasi: Bayi sebaiknya tidak dibawa naik sepeda motor karena risikonya besar. (Suara/Unsplash.com/Kelly Sikkema)
Ilustrasi: Bayi sebaiknya tidak dibawa naik sepeda motor karena risikonya besar. (Suara/Unsplash.com/Kelly Sikkema)

Viralnya kasus kematian bayi berusia enam bulan ini membuat dr Kurniawan Satria Denta dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta angkat bicara. Dia menyebut bayi sebaiknya nggak dibawa berkendara dengan sepeda motor.

“Bayi nggak disarankan bepergian dengan sepeda motor baik jarak jauh maupun jarak dekat,” saran Denta, Minggu (7/8).

Hal ini disebabkan karena saat bayi, 30 persen dari total bobotnya ada di kepala. Jika dibawa dengan sepeda motor, maka risiko bayi untuk mengalami cedera kepala, leher, atau tulang belakang cukup tinggi.

Selain itu, saat masih bayi, sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna. Jika dibawa berkendara dengan sepeda motor, dia rentan terpapar debu, kotoran, bakteri, virus, dan penyebab penyakit lain. Tanpa sistem imun yang bisa melindunginya, bayi pun rentan terkena penyakit.

Lantas, kapan anak kecil bisa dibawa naik kendaraan sepeda motor? Kalau soal ini, nggak ada patokan usia yang pasti. Namun yang pasti, Denta menyarankan anak dengan usia kurang dari satu tahun sebaiknya nggak dibawa naik sepeda motor.

Kita harus bisa mengambil pelajaran dari kasus ini ya, Millens! Ingat, bayi nggak boleh dibawa naik sepeda motor sembarangan, apalagi sampai diajak berkendara jarak jauh. Risikonya terlalu besar! (Kom,Det/IB09/E10)