BerandaHits
Jumat, 27 Mar 2026 15:52

Akhiri Libur Lebaran di Semarang dengan Rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Prosesi Sesaji Rewanda!

Penulis:

Akhiri Libur Lebaran di Semarang dengan Rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Prosesi Sesaji Rewanda!Murjangkung
Akhiri Libur Lebaran di Semarang dengan Rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Prosesi Sesaji Rewanda!

Prosesi Sesaji Rewanda di Goa Kreo yang diselenggarakan tiap tahun. (Humas Pemkot)

Kedua acara tradisi di Goa Kreo ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem budaya agar tetap relevan di tengah modernitas.

Inibaru.id - Pemerintah Kota (Pemkot Semarang) akan menyuguhkan perpaduan apik antara seni pertunjukan modern dan ritual adat sakral melalui dua kegiatan di Kecamatan Gunungpati sebagai penutup libur lebaran tahun ini, yakni Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda.

Pergelaran Mahakarya Goa Kreo akan digelar malam ini, Jumat (27/3/2026) di Plaza Kandri, Desa Kandri. Sementara, event kedua sekaligus pemuncak acara, yakni ritual tahunan Sesaji Rewanda, akan digelar keesokan paginya, Sabtu (28/3) di Obyek Wisata Goa Kreo.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan rangkaian kegiatan itu merupakan bentuk pelestarian warisan sejarah Sunan Kalijaga. Sinergi keduanya merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem budaya agar tetap relevan di tengah modernitas.

"Kami tidak ingin tradisi hanya menjadi cerita masa lalu yang statis. Melalui Mahakarya Goa Kreo, kami memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik. Sementara, melalui Sesaji Rewanda, kita membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam," ujar Agustina, sapaan akrabnya.

Momentum sakral pada Sabtu pagi ditandai dengan pemberangkatan rombongan kirab Sesaji Rewanda yang bergerak dari Masjid Al-Mabrur menuju pelataran Goa Kreo.

Dalam prosesi tersebut, replika kayu jati yang menjadi representasi sejarah perjuangan Sunan Kalijaga dipikul oleh delapan orang, diiringi barisan sembilan Santri Kanjengan serta sosok ikonik Kera Bangbintulu.

"Replika kayu jati ini menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban, seperti halnya Masjid Agung Demak dulu, membutuhkan gotong royong dan harmoni dengan alam. Kera-kera di Goa Kreo adalah bagian dari sejarah dakwah Sunan Kalijaga yang harus kita jaga habitatnya," lanjutnya.

Tahun ini, sebanyak enam jenis gunungan akan dikirab sebagai pusat perhatian, mulai dari Gunungan Sesaji, Buah, Nasi Kuning, Hasil Bumi, Kupat Lepet, hingga Nasi Golong.

Setelah didoakan, gunungan tersebut dipersembahkan secara simbolis kepada kawanan kera sebagai bentuk sedekah alam, sebelum akhirnya dinikmati bersama oleh masyarakat sebagai wujud ngalap berkah atau mencari keberkahan dari hasil bumi yang melimpah.

Wali Kota mengatakan, pihaknya menyoroti dampak ekonomi dari sinkronisasi dua acara besar ini. Dengan adanya pergelaran pada malam hari yang dilanjutkan dengan ritual pada pagi harinya, dia berharap wisatawan memiliki alasan lebih kuat untuk tinggal lebih lama dan menikmati atmosfer Desa Wisata Kandri dan Kota Semarang pada umumnya.

"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung sakralnya ritual ini. Selain edukasi sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam Goa Kreo yang asri," pungkasnya.

Nah, buat kamu yang mau menyaksikan kedua acara tersebut, masih ada waktu nih! (Murjangkung/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved