Kabut, Segelas Kopi, dan Merbabu View and Cafe di Kopeng

Suka lihat pemandangan di ketinggian tapi malas mendaki gunung? Bertandanglah ke Merbabu View and Cafe Kopeng. Di tempat ini, kalau beruntung, kamu bisa menyaksikan deretan 'Lima Gunung' sembari menyesap kopi dan mengudap pisang goreng.

Inibaru.id - Pagi yang dingin menyergap saya begitu tiba di parkiran Merbabu View and Cafe Kopeng. Udaranya sejuk dan menyegarkan. Di depan saya, kabut tebal membuat semuanya "gelap", termasuk lanskap indah yang terhampar di lokawisata yang berlokasi di Getasan, Kabupaten Semarang, tersebut.

Namun, situasi ini nggak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian, kabut tebal itu berangsur sirna, berganti pemandangan indah nan hijau sejauh mata memandang. Gunung Merbabu juga tempak berdiri kokoh di hadapan saya, menjadi mood booster terbaik pagi itu, Selasa (3/8/2021).

Hari itu bukanlah akhir pekan. Namun, tempat wisata yang belakangan banyak di-review di media sosial ini nggak bisa dibilang sepi, meski nggak juga ramai. Beberapa muda-mudi tampak bertandang, duduk-duduk di sudut kafe atau selasar bangunan yang langsung menghadap alam, ditemani kopi dan aneka camilan semisal pisang goreng di hadapan.

Seperti kebanyakan pengunjung, saya juga memilih duduk di salah satu spot di selasar bangunan beratap limas dengan sudut runcing yang bentuknya mirip tenda dari kayu tersebut. Suasananya tenang. Dari kejauhan, saya bisa melihat sejumlah petani yang mulai turun ke ladang di sekitar kafe. 

Untuk kamu yang tengah jenuh dengan suasana perkotaan, menepi sejenak ke tempat makan yang dipadukan dengan wisata alam ini bukanlah pilihan yang buruk. Namun, sebelum memutuskan ke sini, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima, karena lokasinya berada di ketinggian 1.700 mdpl.

Butuh effort yang lumayan besar untuk bisa tiba di Merbabu View. Dari Kota Semarang, kamu harus menempuh perjalanan sekitar satu jam ke arah selatan untuk tiba di Desa Kopeng. Dari situ, perjalananmu bakal terus menanjak hingga tiba di Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kabupaten Getasan.

Perlu kamu tahu, Dusun Cuntel merupakan titik pendakian menuju Gunung Merbabu. Jadi, sudah pasti jalan menuju tempat itu cukup menanjak. Kalau mengendarai mobil, pastikan kamu cukup lihai mengendalikan kendaraan di jalan yang sempit.

Meski sudah diaspal, jalur menuju dusun itu memang bikin kurang nyaman saat harus berpapasan dengan mobil lain. Fajar Supriyanto, salah seorang pengunjung mengiyakannya. Laiknya saya, dia juga agak waswas saat harus melalui jalan sempit menuju Merbabu View.

“Memang, jalurnya agak ekstrem tadi waktu naik ke sini. Kalau naik motor sih lumayan lebar, tapi untuk mobil terlalu sempit, walau masih bisa,” ujarnya, yang hari itu datang bersama istrinya.

Dia mengaku sengaja datang ke tempat wisata alam tersebut karena bosan dengan suasana kota tempat dia biasa tinggal. Dia pengin mengajak istrinya melepas penat di alam terbuka, lalu kepikiran untuk datang ke Merbabu View tersebut.

“Bosen banget di kota; kebanyakan drama! Jadi, sesekali pengin refreshing ke sini. Menaikkan imun (imunitas)!” seru Fajar, berkelakar.

Selain nongkrong, mengenyangkan perut, dan bercengkerama dengan partner hidupnya, Fajar juga mengaku sempat bermain-main dengan kelinci liar yang berlarian di taman.

Kabut yang Enggan Beranjak

Hingga menjelang siang, kabut nggak juga beranjak dari tempat saya duduk-duduk santai di selasar kafe. Oya, eksterior kafe ini berbentuk segi enam yang lokasinya menjorok ke ujung tebing. Di tempat inilah biasanya orang-orang berpuas-puas menikmati deretan gunung yang terpampang di depan kafe.

Sayang, hari itu cuaca agaknya kurang berpihak pada saya. Nggak satu pun gunung yang berhasil saya bidik dan abadikan. Saya kian kecewa saat Nugroho, pengelola tempat wisata ini mengatakan, kalau cuaca pagi begitu cerah, pengunjung bakal bisa melihat gunung-gunung itu tegak berdiri. 

“Kurang pagi, Mas! Kalau cerah, pagi buta, gunung yang jauh kelihatan semua, termasuk Andong, Sumbing, dan Sindoro,” ujar Roho, sapaan akrabnya.

Menurut lelaki bertopi khas desa pegunungan itu, Merbabu View and Cafe yang baru dibuka pada April 2021 lalu ini belakangan menjadi rujukan orang-orang yang pengin menikmati pemandangan kumpulan gunung yang dikenal sebagai Lima Gunung tersebut. Tiap hari, ada lebih dari 100 orang yang berkunjung.

"Kadang ada yang bermalam dengan mendirikan tenda di sini," akunya.

Ehm, untuk kamu yang suka menikmati pemandangan di ketinggian tapi malas mendaki gunung, boleh banget main ke tempat ini. Eits, tapi protokol kesehatan jangan dilupa kan ya! (Triawanda Tirta Aditya)