Varian Covid-19 Omicron dari Afrika, Bagaimana Indonesia Mencegahnya?

Varian Covid-19 Omicron dari Afrika, Bagaimana Indonesia Mencegahnya?
Sejumlah negara memblokir penerbangan dari negara-negara di selatan Afrika demi mencegah varian baru Covid-19 Omicron. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Dunia digegerkan dengan varian baru Covid-19 Omicron dari Afrika bagian selatan. Sejumlah negara memblokir penerbangan dan melarang warga dari negara-negara tersebut datang. Bagaimana dengan Indonesia?

Inibaru.id – Muncul varian baru Covid-19 bernama Omicron dari Afrika. Varian ini kabarnya berasal dari Bostwana, negara yang berbatasan dengan Afrika Selatan. Sejumlah negara seperti Inggris, Singapura, dan Jepang bahkan langsung melakukan pemblokiran penerbangan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya demi mencegah penularan ke negaranya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya masih mempelajari seperti apa varian baru Covid-19 ini. Hanya, mereka cukup mengkhawatirkannya karena mutasi virus ini disebut-sebut sangat berbeda dan sangat menular. Hal ini berarti, ada kemungkinan vaksin Covid-19 yang selama ini kita dapatkan bisa jadi nggak efektif mencegahnya.

Dilaporkan, varian Omicron ini sudah ditemukan di negara-negara lain di luar Afrika seperti Hong Kong dan Afrika. Hanya, menurut Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada Jumat (26/11), bisa jadi varian ini sudah menyebar lebih jauh di negara-negara lainnya namun belum terdeteksi.

Laporan terkini, Inggris, Jepang, serta Belanda bahkan sudah memblokir penerbangan yang berasal dari negara-negara di selatan Benua Hitam seperti Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Eswatini, hingga Lesotho. Mozambik yang dekat dengan negara-negara tersebut juga masuk dalam daftar merah sejumlah negara seperti Singapura, Italia, hingga Israel.

Uni Eropa bahkan sudah merencanakan untuk menghentikan penerbangan dari seluruh negara yang ada di selatan Afrika. Republik Ceska juga sudah memberlakukan aturan melarang siapa saja yang berada di negara-negara dalam daftar merah Covid-19 selama lebih dari 12 jam per hari ini, Sabtu (27/11).

Terbaru, perwakilan dari Menteri Kesehatan Malaysia Aysha Ridzuan di akun Twitter @ayshardzn juga mengunggah cuitan yang isinya adalah Malaysia mulai melarang warga asing dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe memasuki Negeri Jiran. Sebaliknya, warga Malaysia juga dilarang datang ke negara-negara tersebut. Bagi warga Malaysia yang pulang ke negaranya, bakal diminta untuk melakukan karantina selama 14 hari.

Sejumlah pihak menyarankan pemerintah juga ikut memblokir penerbangan dan melarang warga dari negara-negara Afrika bagian selatan masuk Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Sejumlah pihak menyarankan pemerintah juga ikut memblokir penerbangan dan melarang warga dari negara-negara Afrika bagian selatan masuk Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Bagaimana dengan Indonesia?

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Tjandra Yogya Aditama menyebut varian yang juga disebut B.1.1.529 ini punya banyak mutasi sehingga mengkhawatirkan banyak pakar kesehatan. Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut pemerintah terus mewaspadai varian baru ini dan bakal sebisa mungkin mencegahnya masuk ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga bakal terus memantau berbagai kebijakan dan temuan dari WHO demi memastikan langkah-langkah terbaik untuk mencegah varian ini masuk ke Tanah Air.

“Tetap perkuat pintu masuk negara dengan memastikan ketentuan karantina dijalankan dengan benar oleh semua pihak,” tegas Siti Nadia, Jumat (26/11).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga secara tegas meminta pemerintah segera menutup akses masuk warga dari negara-negara di selatan Afrika.

“Saya pikir, hal ini penting untuk dilakukan sebagai upaya tindakan pencegahan, mitigasi, dan melindungi rakyat Indonesia dari varian virus baru Covid-19,” tegas Dasco.

Kalau menurut kamu, perlukah Indonesia menutup akses penerbangan dari negara-negara yang terindikasi sudah ada varian baru Covid-19 dari Afrika, Millens? (Kom, Bbc, Rep, Det/IB09/E05)