Sesak Napas Ketika Isolasi Mandiri di Rumah? Lakukan 4 Hal Ini!

Sesak Napas Ketika Isolasi Mandiri di Rumah? Lakukan 4 Hal Ini!
Proning bisa dilakukan ketika pasien Covid-19 mengalami sesak napas. (iStockphoto via CNN)

Apa yang harus dilakukan ketika sesak napas saat menjalani isolasi mandiri di rumah dan nggak punya oksigen? Jangan panik, lakukan 4 langkah ini!

Inibaru.id – Sesak napas merupakan salah satu gejala yang biasa ditemukan pada pasien Covid-19. Ini terjadi ketika kondisi pasien memburuk yang disebabkan kekurangan oksigen dan infeksi di paru yang berlebihan.

Meski demikian, nggak semua pasien Covid dapat mendapat layanan di rumah sakit karena keterbatasan. Bahkan, lonjakan angka Covid-19 menyebabkan banyak rumah sakit overload. Pasien akhirnya harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Nah, buat kamu yang nggak kebagian kamar di rumah sakit namun mengalami sesak napas dan nggak ada oksigen, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Spesialis Paru Konsultan KIC dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK UI dr Praseno Hadi membagikan 4 tips berikut ini:

Proning

Tips pertama adalah proning. Proning merupakan teknik medis dengan cara tengkurap untuk meratakan distribusi oksigen dalam tubuh.

“Coba tidur tengkurap, secara berkala, lakukan setengah sampai 1 jam. Dilakukan berulang-ulang. Tujuannya untuk distribusi oksigen di dalam paru jadi lebih merata,” kata Praseno dalam konferensi pers virtual, Minggu (4/7).

Miringkan Tubuh ke Kanan atau Kiri

Jika nggak bisa tengkurap, kamu bisa tidur miring ke kanan atau kiri. (Pixabay via Pikiran Rakyat)
Jika nggak bisa tengkurap, kamu bisa tidur miring ke kanan atau kiri. (Pixabay via Pikiran Rakyat)

Kalau nggak sanggup melakukan proning, Praseno mengatakan, kamu dapat memiringkan badan saja ke kanan atau kiri.

“Itu salah satu cara memperbaiki oksigen di paru-paru kita terutama pada yang sakit,” terang dia.

Sedia Oxymeter, Beli Oksigen Kalau Saturasi di Bawah 90 Persen

Praseno melanjutkan, ada baiknya pasien COVID-19 atau keluarga mempunyai alat pengukur saturasi oksigen atau pulse oximetry.

“Dulu kita di rumah punya thermometer atau tensimeter untuk mengukur suhu atau tekanan darah. Saat ini pulse oximetry atau alat untuk mengukur saturasi oksigen menjadi sangat penting,” ucap dia.

Nah, jika saturasi seseorang di atas 95 persen, maka saturasi oksigen masih baik. Tapi, apabila saturasinya di bawah 90 persen dan proning nggak berhasil, sudah sepatutnya diberikan bantuan oksigen.

“Kalau nanti penderita atau keluarga kita yang sakit dan saturasi oksigennya kurang dari 90, maka segeralah beli oksigen, kemudian tidur tengkurap, miring kanan atau miring kiri. Kalau usaha itu kita tidak bisa lakukan, maka mau tidak mau kita harus beli oksigen atau upayakan oksigen," jelas dia.

Rujuk ke RS

Meski begitu, mendapat asupan oksigen belum tentu menjamin kamu berhenti mengalami sesak. Kalau proning hingga pemberian oksigen nggak membuahkan hasil, Praseno mengimbau pasien untuk dibawa ke fasilitas layanan kesehatan segera.

“Kalau tidak bisa juga, mau tidak mau harus di rujuk ke rumah sakit,” tandas dia.

Jadi itu ya, Millens, langkah yang bisa kamu lakukan ketika sesak napas melanda di tengah isolasi mandiri di rumah. Semoga bermanfaat. (Kum/IB21/E03)