Pasien Isoman Sebaiknya Menghindari Obat-obatan Ini

Pasien Isoman Sebaiknya Menghindari Obat-obatan Ini
Pasien isolasi mandiri (isoman) sebaiknya menghindari sejumlah obat agar segera sembuh dari Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri (isoman) nggak bisa sembarangan minum obat. Mereka bahkan harus menghindari obat-obatan tertentu demi kondisi kesehatannya. Berikut adalah daftar obat yang sebaiknya mereka hindari.

Inibaru.id – Jumlah pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri (isoman) baik itu di rumah, kos, atau di shelter-shelter semakin banyak. Hal ini disebabkan oleh penuhnya fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit oleh pasien yang membutuhkan bantuan medis.

Nah, mengingat pasien isoman nggak mendapatkan pengawasan langsung dari tenaga kesehatan (nakes), mau nggak mau mereka harus cermat dalam mengonsumsi obat dan menjaga asupan makanan dan minuman. Khusus untuk obat, sayangnya kini di internet dan media sosial beterbaran saran-saran tentang obat bagi pasien Covid-19 yang belum tentu bisa dikonsumsi dengan sembarangan.

Sejumlah orang yang mengaku sebagai “alumnus” Covid atau “alumnus” Wisma Atlet membagikan tips tentang obat-obatan yang mereka konsumsi hingga sembuh. Memang, tujuannya baik karena demi membantu orang-orang dengan masalah kesehatan yang sama agar juga bisa segera cepat sembuh. Namun, hal ini justru bisa berbahaya.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya obat keras yang ada dalam daftar obat-obatan yang mereka bagikan. Obat-obatan ini harus diresepkan oleh dokter. Jika dikombinasikan dengan obat lainnya pun, nggak boleh sembarangan. Kalau asal minum, salah-salah malah bisa merusak organ-organ dalam seperti hati atau ginjal. Duh, berbahaya ya!

Nah, kalau menurut Organisasi Kesehatan PBB (WHO), setidaknya ada sejumlah obat yang sebaiknya dihindari oleh pasien Covid-19 yang isoman. Obat-obatan tersebut adalah steroid, antibiotik, hidroksiklorokuin, remdesivir, serta lopinavit atau ritonavir.

Obat-obatan untuk Covid-19 sebaiknya didapatkan berdasarkan resep dokter. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Obat-obatan untuk Covid-19 sebaiknya didapatkan berdasarkan resep dokter. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kalau menurut keterangan Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Suharjono, obat untuk Covid-19 sebenarnya belum ada yang benar-benar pas. Kebanyakan yang diberikan kepada pasien adalah untuk mengatasi gejalanya. Jadi, kalau ada yang mengklaim obat tersebut untuk Covid-19, bukti ilmiahnya belum tentu mendukung.

Nah, soal ivermectin yang masih jadi perdebatan di Indonesia, sebenarnya WHO pada 31 Maret 2021 lalu nggak merekomendasikannya sebagai obat bagi pasien Covid-19. Hanya, obat-obatan ini sudah terlanjur bisa dibeli secara bebas di Indonesia, termasuk di toko-toko obat daring.

“Kalau apotek malah jarang punya Ivermectin. Saya nggak tahu kok bisa demikian, ngontrolnya bagaimana,” keluh Suharjono.

Nah, Suharjono juga punya saran bagi penderita Covid-19 yang sedang isoman. Mereka harus rutin mengonsumsi vitamin C, vitamin D, serta zinc. Kombinasi dari ketiganya bisa membantu memperkuat sistem imun tubuh untuk melawan virus. Jika sampai mengalami demam, pasien sebaiknya mengonsumsi parasetamol.

Selain itu, sebaiknya pasien Covid-19 tetap mengonsumsi makanan bergizi dengan teratur. Memang, penyakit ini bisa menurunkan nafsu makan akibat hilangnya kemampuan indra pengecap dan sensasi mual atau nggak nyaman pada perut. Namun asupan gizi sangatlah penting bagi tubuh untuk memperkuat sistem imun.

Nah, itulah obat-obatan yang harus dihindari pasien Covid-19 yang sedang isoman. Jangan asal minum obat tanpa resep dokter, ya Millens? (Tem/IB09/E05)