Khawatir Omicron, Ganjar Imbau Perayaan Imlek 2022 Nggak Digelar

Khawatir Omicron, Ganjar Imbau Perayaan Imlek 2022 Nggak Digelar
Ganjar Pranowo mengimbau perayaan Imlek 2022 yang memicu keramaian nggak digelar. (Dok Pemprov Jateng)

Semakin tingginya kasus Covid-19 varian Omicron membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau perayaan Imlek 2022 sebaiknya nggak digelar saja. Lantas, apa nggak bakal ada perayaan sama sekali?

Inibaru.id – Kasus Covid-19, khususnya varian Omicron semakin banyak. Padahal, pada 1 Februari 2022 mendatang, ada peringatan Tahun Baru Imlek. Melihat hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo imbau perayaan imlek 2022 yang memicu keramaian sebaiknya nggak digelar.

Data per Minggu (30/1/2022) sore, disebutkan bahwa penambahan kasus sudah melebihi 10 ribu per hari, tepatnya 12.422. Memang, kasus kematian pada hari tersebut 18, tapi tetap saja, hal ini membuktikan kalau pandemi Covid-19 belum selesai dan kini kita harus benar-benar waspada dengan varian Omicron.

Omong-omong, Ganjar sebenarnya masih memperbolehkan perayaan Imlek 2022, lo. Namun, yang diperbolehkan hanyalah dengan jumlah peserta yang terbatas, Millens. Selain itu, Ganjar meminta masyarakat untuk menahan diri untuk nggak berkerumun atau melakukan kegiatan lain yang berpotensi memicu penularan Covid-19.

“Imlek nggak usah dirayakan ramai-ramai dulu,” terang Ganjar di Kantor Bank Jateng, Semarang, Jumat (28/1/2022).

Ganjar juga sudah mendapatkan laporan dari pengelola Sam Poo Kong terkait perayaan Imlek 2022 nanti. Menurutnya, di klenteng bersejarah ini, nggak bakal ada perayaan besar.

Di sejumlah tempat, perayaan Imlek bakal sederhana. (Dok Pemprov Jateng)
Di sejumlah tempat, perayaan Imlek bakal sederhana. (Dok Pemprov Jateng)

“Kemarin saya sudah mendapatkan laporan dari Sam Poo Kong ya. Tidak akan membuat perayaan besar, hanya perayaan tertutup saja di antara mereka yang mengelola,” lanjut Ganjar.

Dia pun berharap apa yang dilakukan di Sam Poo Kong ditiru oleh yang lainnya, termasuk pengelola tempat wisata yang kini semakin ramai, Millens.

FYI, Hari Raya Imlek 202 sudah mendapatkan ketetapan dari pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 dan 4 Tahun 2021 yang isinya adalah hari-hari libur nasional dan cuti bersama perlu menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Nah, perayaan Imlek juga harus mengikuti SKB ini.

Hal ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga memutuskan untuk merayakan Imlek dengan sederhana. Contohlah, pada tahun ini, nggak ada Pasar Imlek Semawis. Meski begitu, di Jalan Gambiran, bakal tetap diadakan pemasangan Patung Shio Macan dan seribu lampion yang dilakukan oleh Perserikatan Organisasi Tionghoa Indonesia (POR INTI).

Hm, jadi, perayaan Imlek tahun ini memang sebaiknya sederhana saja, ya Millens. (Nui/IB09/E05)