Kasus Positif Covid-19 Varian India, Kudus Berlakukan Sepekan di Rumah Aja

Kasus Positif Covid-19 Varian India, Kudus Berlakukan Sepekan di Rumah Aja
Di Kudus, 28 dari 34 sampel positif Covid-19 ternyata adalah varian Covid-19 India. Kudus pun memberlakukan sepekan di rumah aja. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nggak hanya ditemukan kasus positif Covid-19 varian India, angka kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus masih tinggi. Pemkab pun memutuskan untuk memperlakukan Sepekan di rumah aja.

Inibaru.id – Nggak hanya ledakan kasus positif Covid-19 di Kudus yang sangat pesat, kini kekhawatiran masyarakat bertambah dengan ditemukannya 28 orang yang positif varian Covid-19 India. Hal ini disebabkan oleh varian ini yang lebih mudah menular dan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius.

Menurut keterangan Bupati Kudus HM Hartopo, 28 sampel yang positif tersebut didapat dari 34 sampel pasien Covid-19 yang berasal dari Kota Kretek. Dia mengungkapnya saat mengikuti rapat terbatas daring di Command Center Pemerintah Kabupaten Kudus, Sabtu (12/6/2021) malam lalu.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pihak ikut serta layaknya dari Kementerian Kesehatan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Kudus, serta Pangdam IV/Diponegoro.

Menurut keterangan Hartopo, pemeriksaan sampel pasien positif Covid-19 ini dilakukan di laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Hanya, terkait dengan varian Covid-19 dari India ini, Hartopo belum mendapatkan keterangan lebih lanjut, khususnya tentang bagaimana bisa varian virus ini sampai ke wilayahnya.

Nah, demi mengantisipasi hal ini, Hartopo ingin membahas tentang mekanisme pembatasan yang akan dilakukan di Kudus. Hanya, sebelumnya pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Dimungkinkan ada lockdown mikro di Kudus, tapi teknisnya seperti apa akan dirapatkan besok dengan Pak Gubernur Ganjar,” ujar Hartopo.

Masyarakat Kudus diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Masyarakat Kudus diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nah, mengingat kasus penularan Covid-19 di Kudus masih sangat tinggi, dia pun berpesan kepada masyarakat untuk mewaspadai orang-orang tanpa gejala (OTG). Apalagi jika mereka berkeliaran dan nggak jelas dari mana saja atau bertemu siapa saja. Bisa jadi mereka tanpa sadar telah membawa virus.

Selain itu, Hartopo juga meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, khususnya dalam memakai masker di luar rumah, menjaga jarak, serta raji mencuci tangan baik itu sebelum atau sesudah menyentuh barang.

Belakangan, Pemkab Kudus memutuskan untuk mengeluarkan Surat Edaran yang isinya adalah meminta masyarakat Kudus di rumah saja selama satu minggu penuh, tepatnya dari Senin (14/6/2021) sampai Minggu (20/6/2021). Keputusan ini memperkuat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Meski begitu, pabrik-pabrik di sana nggak ditutup. Tempat-tempat ini hanya diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Sebagai contoh, para pekerja dan buruh harus benar-benar diawasi penerapan protokol kesehatannya.

Meski meminta masyarakat di rumah saja selama sepekan, Pemkab Kudus nggak akan memberikan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar. Kalau menurut Hartopo, hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang sudah cukup tinggi.

“Yang kemarin masyarakat lumayan taat, sekitar 50 sampai 60 persen,” jelas Hartopo.

Wah, semoga saja kasus Covid-19 di Kudus dan seluruh Indonesia bisa segera turun dan dikendalikan, ya Millens. (Mur/IB09/E05)