Kasus Aktif Covid-19 di Semarang Terus Melandai, Awal dari Akhir Pandemi?

Kasus Aktif Covid-19 di Semarang Terus Melandai, Awal dari Akhir Pandemi?
Ilustrasi: Evakuasi pasien Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Walikota Semarang mengklaim, kasus aktif Covid-19 di Semarang hanya menyisakkan 11 temuan. Sudah bisakah disebut sebagai awal dari akhir pandemi?

Inibaru.id – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang terus menurun sebagaimana diklaim Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Senin (18/10/2021). Berdasarkan akun Instagram @dkksemarang, saat ini paparan virus yang menyerang pernapasan itu tersisa 11 kasus aktif per 17 Oktober 2021.

Hal serupa juga diungkapkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (18/10). Menurutnya, dari 11 kasus tersebut, lima orang di antaranya merupakan warga asli Semarang, sedangkan sisanya merupakan pasien dari luar kota yang dirawat di Kota Lunpia.

Ilustrasi: Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan keterangan pers mengenai situadi Covid-19 di Semarang saat ini. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan keterangan pers mengenai situadi Covid-19 di Semarang saat ini. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

"Kelima pasien dari Semarang tersebar di tiga kecamatan, yakni satu di Semarang, tiga di Semarang Timur, dan satu Mijen," tutur lelaki yang akrab disapa Hendi tersebut. "Sementara itu, 13 kecamatan lainnya sudah bersih dari kasus aktif."

Hendi menambahkan, grafik kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang yang terus melandai ini nggak lepas dari proses vaksinasi yang berlangsung baik. Hingga saat ini, tercatat 1.374.597 orang sudah divaksin dosis pertama. Jumlah ini sudah melebihi target (105,3 persen) dari rencana awal 1.305.007 vaksin.

"Yang sudah mendapatkan dosis lengkap tercatat 1.062.238 orang atau 81,4 persen dari target," pungkasnya.

Hm, bisakah grafik yang terus melandai itu disebut sebagai awal dari akhir pandemi? Ehm, mungkin terlalu dini, tapi tentu saja ini tergantung gimana kita akan menjaga dan menaati protokol kesehatan juga, sih. Sepakat, Millens? (Triawanda Tirta Aditya/E03)