Isu Yogyakarta Lockdown, Objek Wisata Ditutup Sabtu-Minggu

Isu Yogyakarta Lockdown, Objek Wisata Ditutup Sabtu-Minggu
Isu Yogyakarta lockdown mengemuka akibat naiknya kasus Covid-19 di sana. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti naiknya kasus Covid-19 di Yogyakarta. Dia pun mengungkap wacana Yogyakarta lockdown. Kapan bakal dimulai?

Inibaru.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta sedang mempertimbangkan untuk melakukan karantina wilayah. Isu Yogyakarta Lockdown ini diungkap sendiri oleh Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X usai melihat tinginya kasus Covid-19 di sana.

Pada Jumat (18/6/2021), Sri Sultan menyebut kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sudah nggak bisa lagi diandalkan.

“Satu-satunya cara ya lockdown totally,” ujarnya di Komplek Kepatihan Yogyakarta.

Sri Sultan juga menyoroti masih tingginya kasus penularan Covid-19 gara-gara interaksi anggota keluarga atau tetangga. Hal ini membuat angka kasus positif pada 16 dan 17 Juni 2021 di Yogyakarta mencapai rekor tertinggi.

Selain itu, ketersediaan tempat tidur di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 sudah semakin berkurang. Bagaimana nggak, di Yogyakarta, tempat tidur rumah sakit sudah terisi sampai 73,90 persen pada 17 Juni 2021.

Objek Wisata Tutup Sabtu-Minggu

Selain menggelontorkan opsi lockdown, Pemda Yogyakarta juga meminta objek wisata untuk menutup objek wisata di akhir pekan alias Sabtu-Minggu. Sebelumnya, Pemkab Bantul sudah mengeluarkan kebijakan ini meski rentang waktunya hanya 15 sampai 28 Junij 2021 saja.

Sayangnya, di hari-hari biasa, objek wisata diperbolehkan buka meskipun pengelolanya harus menerapkan protokol kesehatan dengan lebih ketat. Selain itu, objek wisata di daerah merah harus tutup.

Tempat-tempat wisata di Yogyakarta juga diminta untuk ditutup. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Tempat-tempat wisata di Yogyakarta juga diminta untuk ditutup. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Sementara objek wisata yang ada di daerah oranye dan hijau harus tutup secara berkala kemudian pengunjungnya dibatasi maksimal 25 persen dari total kapasitas,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, Sabtu (19/6).

Wisatawan Diminta Berpikir Ulang untuk Datang ke Yogyakarta

Semenjak Lebaran 2021, kunjungan wisata ke Yogyakarta semakin meningkat. Bahkan, sejumlah kegiatan study tour dari sekolah dan event-event telah diadakan sebagaimana saat kondisi sebelum pandemi.

Hanya, hal ini ternyata berimbas buruk pada meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Yogyakarta dengan drastis. Angka kematian, khususnya di golongan orang-orang dengan usia lebih dari 50 tahun meroket tajam. Hal ini membuat wisatawan diminta untuk berpikir ulang untuk datang ke Yogyakarta. Bahkan, bisa dikatakan sebaiknya kini semua orang menahan di rumah saja.

Soal kepastian tentang kapan lockdown diterapkan di Yogyakarta, Sultan masih akan membahasnya dengan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten/kota di DIY serta perwakilan dari dunia kesehatan pada Senin (21/6/2021) nanti.

Pilihan lockdown ini dipertimbangkan agar nggak ada lagi kunjungan orang ke Yogyakarta sehingga tempat wisata nantinya akan tutup dengan sendirinya tanpa perlu diminta oleh pemerintah.

Nggak hanya di Yogyakarta, ya Millens. Kasus Covid-19 di hampir semua daerah di Indonesia memang sedang melonjak tajam. Mau nggak mau kita harus menahan diri di rumah saja dan menerapkan protokol kesehatan dengan lebih ketat kalau mau keluar rumah.

Hanya, apakah daerah lain juga sebaiknya mempertimbangkan opsi lockdown seperti Yogyakarta, Millens? (Idn/Tem/Bis/IB09/E05)