Hampir Setengah dari Seluruh Tempat Wisata di Jawa Tengah Sudah Buka

Hampir Setengah dari Seluruh Tempat Wisata di Jawa Tengah Sudah Buka
Ilustrasi: Suasana tempat wisata di Semarang dengan imbauan protokol kesehatan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Jawa Tengah sudah membuka hampir setengah dari seluruh tempat wisatanya. Sudah benar-benar aman untuk traveling-kah?

Inibaru.id – Sebanyak 290 atau hampir setengah dari total 690 tempat wisata di Jawa Tengah sudah kembali beroperasi setelah mendapatkan izin dari pemerintah. Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, lokawisata yang umumnya berada di wilayah PPKM Level 2 ini diklaim sudah aman dikunjungi. 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi mengungkapkan, seluruh tempat wisata yang diperbolehkan beroperasi sudah melalui proses seleksi yang ketat. Lokasinya juga berada di wilayah yang cukup aman dari pandemi.

Namun demikian, Sinung tetap berharap pelaku usaha yang sudah diperbolehkan membuka tempat wisatanya wajib menjaga momentum tersebut. Dia menegaskan, mereka harus menjaga kebijakan ini tetap aman dan wabah Covid-19 nggak lepas kendali.

“Harus ada kesadaran tetap mematuhi protokol kesehatan dan sadar kondisi pandemi. Jangan sampai membuat lupa, lalu lepas kendali,” ujar Sinung, Rabu (29/9/2021).

Ilustrasi: Aktivitas wisatawan saat menggunakan masker di Maerokoco Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Aktivitas wisatawan saat menggunakan masker di Maerokoco Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Dia menambahkan, tempat wisata yang sudah beroperasi tersebut nantinya bakal tetap dievaluasi secara berkala, apakah semuanya terkendali dan terkontrol atau tidak. Sinung juga menegaskan, evaluasi juga diperlukan supaya "perayaan" ini nggak menjadi euforia yang berlebihan.

Tempat-tempat wisata yang sudah buka itu, lanjutnya, nggak boleh buka setiap hari. Dalam seminggu, mereka harus menerapkan satu hari tutup agar bisa digunakan pihak pengelola untuk evaluasi dan pembersihan.

Sementara, untuk wilayah PPKM yang berada di level 3, pihaknya menyarankan pemilik usaha destinasi wisata di tempat tersebut untuk melakukan simulasi sembari menunggu situasi di lapangan.

“(Untuk yang berada di wilayah PPKM Level 3) seminggu buka sehari atau dua hari saja, lalu dievaluasi," tandasnya. (Triawanda Tirta Aditya/E03)