Inibaru.id - Selama ini, impian buat foto estetik di Namsan Tower atau mampir ke gedung manajemen idol favorit seringkali terganjal urusan birokrasi yang bikin pusing. Mulai dari urusan rekening koran, surat keterangan kerja, sampai biaya visa yang lumayan buat beli lightstick.
Tapi, hambatan administratif itu bakal segera jadi sejarah. Pemerintah Korea Selatan sedang menyiapkan strategi besar untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus memanjakan wisatawan asal Indonesia.
Kenapa baru sekarang?
Korea Selatan rupanya makin sadar kalau Indonesia bukan cuma soal populasi besar, tapi juga pasar yang potensial banget. Apalagi pertumbuhan kelas menengah kita terus meroket. Dengan menghapus kewajiban visa, mereka berharap arus wisatawan bakal meledak dan menghidupkan sektor perhotelan hingga ritel di kota-kota besar seperti Seoul dan Busan.
Nggak Cuma Liburan, Tapi Juga Urusan "Cuan"
Rencana ini bukan cuma soal jalan-jalan, lo. Hubungan Indonesia dan Korea Selatan memang lagi mesra-mesranya. Faktanya:
- Ekspor Bersejarah: Untuk pertama kalinya, Indonesia mengekspor 250.000 unit Tylenol ke Korea Selatan pada 13 Februari lalu.
- Investasi: Banyak perusahaan raksasa Korea yang makin betah menanam modal di Indonesia.
- Pertukaran Budaya: Makin banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana, begitupun sebaliknya.
Eits, meski judulnya "Bebas Visa", bukan berarti kamu bisa pindah warga negara begitu saja. Biasanya, kebijakan ini tetap punya koridor yang jelas. Turis dilarang mencari kerja, waktu kunjungan terbatas (15-30 hari), paspor harus aktif, dan tiket pulang-pergi harus sudah di tangan.
Pemerintah Korea Selatan dikenal punya sistem pengawasan imigrasi yang sangat ketat. Jadi, buat kamu yang nanti mau memanfaatkan fasilitas ini, pastikan jadi turis yang budiman dan tertib aturan agar kebijakan ini nggak dicabut lagi.
Kalau rencana ini sukses dan tingkat pelanggarannya rendah, nggak menutup kemungkinan Indonesia bakal makin dihargai di mata dunia. Langkah Korea Selatan ini diharapkan bisa jadi role model buat negara maju lainnya untuk memberikan kemudahan akses serupa bagi pemegang paspor hijau. (Siti Zumrokhatun/E05)
