Inibaru.id – Cluster Museum Dayu merupakan wisata edukasi yang sebaiknya nggak kamu lewatkan saat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lewat lokawisata edukasi ini, kamu bakal lebih mudah belajar geologi dan arkeologi.
Oya, berbeda dengan kebanyakan museum "konvensional", Cluster Museum Dayu punya cara unik yang bikin pengunjung betah di sana. Kamu nggak bakal menemukan koleksi museum tersebut di dalam ruangan. Hm, terasa seperti di Museum of Outdoor Arts (MOA) di Colorado, nih!
Saat masuk ke dalamnya, kamu bakal disambut punden berundak. Setiap punden menggambarkan bagaimana lapisan tanah pada setiap era sejarah. Nah, untuk mengamatinya lebih dekat, pengunjung perlu turun pelan-pelan.
Dari sanalah mereka akan diajak mengenal pelbagai jenis tanah seperti tanah Notopuro hingga tanah Pucangan. Nggak sekadar tahu namanya, pengunjung juga bisa mengetahui lapisan-lapisannya.
Salah satu koleksi fosil hewan purba di Cluster Museum Dayu (Daily Jateng)
Selain mempelajari lapisan tanah, pengunjung juga bakal diajak melihat fosil-fosil manusia dan hewan purba. Sebelum menjadi museum, gedung ini dulunya sekadar menampung fosil-fosil dari Sangiran.
Nah, kamu yang tertarik dengan geologi dan arkeologi bisa sedikit belajar di sana. Sisihkan saja waktumu untuk mengunjungi museum yang berada di Desa Dayu, Kecamatan Gendangrejo, ini. Tiket masuknya nggak mahal kok, hanya Rp 5.000 saja.
Daripada bingung mau ke mana, bukankah wisata edukasi jadi tujuan yang tepat? Eh, setelah puas melihat-lihat Cluster Museum Dayu, kunjungi juga museum-museum lain ya! (IB15/E03)