Zona Merah Covid-19 di Jawa Tengah Bertambah, Gubernur: Micro-Lockdown!

Zona Merah Covid-19 di Jawa Tengah Bertambah, Gubernur: Micro-Lockdown!
Ilustrasi: Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers mengenai situasi zona merah di Jateng. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Penambahan status zona merah di beberapa daerah di Jawa Tengah membuat Ganjar Pranowo bertindak tegas dengan menginstuksikan kepada para pejabat daerah untuk nggak ragu terapkan micro-lockdown.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi intruksi kepada seluruh pejabat daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah untuk melakukan micro-lockdown. Langkah cepat ini diambil lantaran angka kenaikan kasus Covid-19 di Jateng terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Ganjar mengatakan, saat ini wilayah zona merah di Jateng telah bertambah, dari delapan menjadi 13. Wilayah zona merah itu antara lain, Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang.

Dengan tegas, politikus PDI Perjuangan itu meminta semua pihak siaga dan sigap. Menurutnya, apa pun istilahnya, kalau ada kenaikan kasus, artinya kondisi sedang tidak baik-baik saja. Oleh karenannya, semua harus wawas diri dan siap mengantisipasi.

"Saya minta mikrozonasinya dipelototi, bahkan sampai lockdown mikro. Saya sudah sampaikan, begitu ada daerah yang menunjukkan data epidemologis tinggi, langsung kunci," tegas Ganjar, Senin (2/6/2021)

Seluruh daerah zona merah, lanjut Ganjar, harus menerapkan lockdown mikro itu sehingga mobilitas warga bisa ditekan penanganan optimal.

Selain perintah untuk melakukan micro-lockdown, Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati dan walikota di Jateng untuk terus melakukan peningkatan tempat tidur, baik untuk ICU, isolasi di RS, hingga isolasi terpusat. (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Ilustrasi: Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers mengenai situasi zona merah di Jateng. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)