Strategi Jateng Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

Strategi Jateng Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19
Ilustrasi: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pandemi di Jawa Tengah tampak mulai berhasil dikendalikan. Namun, ancaman gelombang ketiga Covid-19 masih menghantui. Lalu, gimana strategi Jateng hadapi ancaman ini? 

Inibaru.id – Ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah waspada. Alasannya, akan terjadi libur panjang pada perayan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Lalu, gimana strategi menghadapi ancaman ini?

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini pihaknya masih menghitung dan menyiapkan skenario agar nggak terjadi ledakan kasus. Namun begitu, politikus PDI-P itu sudah mewanti-wanti kepada semua pihak bahwa kemungkinan gelombang ketiga sangat memungkinkan terjadi.

"Kami memperhitungkan betul agar ancaman ini tidak terjadi, termasuk diskusi dengan pemerintah pusat terkait hal tersebut," ujar Ganjar, Kamis (28/10/2021). "Sementara itu, masyarakat sebaiknya tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat."

Ilustrasi: Penanganan pasien Covid-19 di Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Penanganan pasien Covid-19 di Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Menurutnya, skenario yang jauh lebih baik saat Nataru nanti adalah dengan nggak menambah hari libur. Dia berpesan, masyarakat lebih baik berlibur di tempat masing-masing sebagai langkah antisipasi.

"Natal dan Tahun Baru itu kalau tidak salah Sabtu. Jadi, tidak perlu ada penambahan hari libur agar kita semua berlibur di tempat masing-masing. Mungkin itu bisa sedikit mengendalikan kondisi," terangnya.

Selain masih menyiapkan skenario terbaik untuk Nataru, Ganjar juga akan tetap menggenjot vaksinasi selama dua bulan ke depan. Dia berharap percepatan vaksinasi bisa membantu mencegah gelombang ketiga Covid-19. (Triawanda Tirta Aditya/E03)