Jepang Kembangkan Masker yang Menyala saat Terpapar Virus Corona

Jepang Kembangkan Masker yang Menyala saat Terpapar Virus Corona
Ilustrasi: Ada masker yang bakal menyala jika terpapar virus Corona. (Flickr/Marco Verch)

Dibuat dari ekstraksi telur burung unta, ilmuan dari Jepang mengembangkan masker yang menyala saat terpapar virus corona.

Inibaru.id – Dalam dua tahun terakhir masker telah menjadi "tameng" paling penting bagi kita agar terhindar dari paparan Covid-19. Namun, ukuran virus yang sangat kecil membuat kita kesulitan mendeteksi keberadaannya. Tanpa tes dan melihat gejalanya, kita nggak bisa segera tahu apakah kita terbebas dari virus atau sedang nggak baik-baik saja.

Beruntung, belakangan ada inovasi yang membuat masker bisa menyala saat terpapar virus corona. Cara kerjanya, masker akan menyala saat diberi sinar ultraviolet. Inovasi ini dikembangkan tim ilmuwan dari Kyoto Prefectural University yang berlokasi di bagian barat Jepang.

Melalui riset yang dipimpin Yasuhiro Tsukamoto tersebut, glowing face mask ini diharapkan akan membuat lebih banyak orang tahu apakah mereka sudah terpapar Covid-19 atau belum.

Menurut Japan Today, Sabtu (11/12/2021), masker bakal menyala saat tersorot sinar UV. Hal ini bisa terjadi karena pelindung hidung dan mulut itu telah mengandung antibodi yang didapatkan dari hasil ekstraksi telur burung unta.

Antibodi pada Telur Burung Unta

Yasuhiro Tsukamoto memegang telur burung unta. (Hamshahrionline/Reuters/ Kyoto Prefectural University)
Yasuhiro Tsukamoto memegang telur burung unta. (Hamshahrionline/Reuters/ Kyoto Prefectural University)

Perlu kamu tahu, Tsukamoto adalah seorang profesor kedokteran hewan sekaligus rektor Kyoto Prefectural University yang telah mempelajari burung unta selama bertahun-tahun. Selama itu, dia meneliti kemampuan antibodi burung unta dalam melawan flu burung, alergi, dan penyakit lainnya.

Secara alami, burung unta memang memiliki kemampuan khusus dalam memproduksi beberapa jenis antibodi berupa semacam protein yang berbeda-beda dan mampu menetralisasi benda asing, termasuk virus yang memasuki tubuh.

Nah, pada Februari 2021 lalu, tim peneliti melibatkan burung unta betina dalam sebuah percobaan terkait Covid-19. Unta tersebut diberi suntikan virus corona yang sudah nggak aktif. Percobaan yang diklaim nggak mengancam kesehatan tersebut menghasilkan temuan menarik, yakni antibodi dalam telur yang dikeluarkan si burung unta ini.

Berdasarkan penemuan tersebut, antibodi pada telur burung unta itu pun kemudian digunakan sebagai bahan untuk membuat masker wajah yang bisa mendeteksi keberadaan virus corona.

Cara Kerja Masker

Filter masker khusus yang memantulkan cahaya saat disorot sinar UV. (Lofficiel/Kyoto Prefectural University) 
Filter masker khusus yang memantulkan cahaya saat disorot sinar UV. (Lofficiel/Kyoto Prefectural University) 

Tim peneliti kemudian mengembangkan semacam filter spesial yang bisa ditempatkan dalam masker wajah. Penelitian awal, masker dipakaikan ke 32 orang pengidap Covid-19. Setelah delapan jam, filter dilepas dan disemprot dengan semacam pewarna fluoresen yang dicampur antibodi telur burung unta.

Dengan semprotan bahan kimia itu, filter yang terpapar corona bakal memantulkan cahaya unik saat disorot sinar UV. Cahaya pun muncul pada bagian mulut dan hidung, menjadi penanda bahwa orang tersebut masih terinfeksi Covid-19.

Penelitian kemudian dilakukan dengan skala yang lebih besar, yakni melibatkan 150 peserta acak. Tsukamoto yang menjadi salah seorang peserta mengatakan, masker yang dipakainya menunjukkan dia positif Covid-19. Pernyataan itu rupanya terbukti benar berdasarkan hasil tes PCR.

Hingga kini, pengembangan penelitian masih terus dilakukan dengan harapan masker bisa diproduksi secara massal, harganya terjangkau, dan bisa langsung terlihat tanpa bantuan sinar UV. Semoga cepat kelar ya, biar deteksi virus bisa lebih cepat. (Det/IB09/E03)