Tapping Box, Alat yang Bikin Bakso Sony Disegel di Bandar Lampung

Tapping Box, Alat yang Bikin Bakso Sony Disegel di Bandar Lampung
Tapping Box berfungsi untuk mencatat transaksi dan dapat dihubungkan dengan sistem server milik Pemda. (via Lampost)

Karena nggak kunjung mencapai titik temu penyelesaian tunggakan pajak, Bakso Sony memutuskan untuk hengkang dari Kota Bandar Lampung. Disebut juga, Pemkot menyegel gerai itu lantaran pihak manajemen enggan memasang tapping box.   

Inibaru.id – Dikelola selama lebih dari 40 tahun, usaha kuliner Bakso Sony atau yang juga dikenal dengan Son Haji Sony memutuskan untuk menutup seluruh gerainya di Kota Bandar Lampung.

Di Kota Gajah, sebutan untuk Kota Bandar Lampung, jenama itu cukup legendaris. Di sana, ada 18 cabang Bakso Sony, Millens. Nggak salah jika kuliner ini memang sangat dekat dengan masyarakat.

Sayangnya, keputusan Bakso Sony untuk tutup selamanya ini sudah bulat. Pemilik bakso sudah memasang pengumuman untuk nggak lagi berjualan di kota tersebut. Pemkot Lampung juga telah menyegel gerai bakso.

Penyegelan ini tentu ada alasannya. Jadi, pihak restoran menolak memasang tapping box sebagaimana yang diminta Pemkot. Selain itu, juga belum ada titik temu penyelesaian masalah tunggakan pajak restoran. 

Apa itu tapping box?

Tapping box merupakan alat perekaman transaksi yang ada di kasir dan dipakai untuk merekam catatan pajak. Nah, alat ini lazim ditemui di restoran yang menjadi wajib pajak daerah.

Pengumuman pihak manajemen Bakso Sony. (Kumpastuntas.co)
Pengumuman pihak manajemen Bakso Sony. (Kumpastuntas.co)

Alat ini berbentuk kotak hitam menyerupai tape recorder. Selain di restoran, alat ini juga dipasang di hotel, tempat parkir, dan tempat hiburan.  Fungsinya, mencatat atau menangkap semua transaksi yang kemudian tercetak oleh printer point of Sales.

Tapping Box dipasang untuk menghindari kebocoran pajak. Secara otomatis, semua transaksi yang ada di kasir bakal terhubung ke sistem server milik Pemda, yakni yang biasanya dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) atau BPKD. Data yang masuk bisa dipakai sebagai pembanding dengan data transaksi penjualan yang dilaporkan wajib pajak.

Dalam pengoperasian tapping box, sepenuhnya diserahkan kepada pemilik usaha. Nah, Bakso Sony menolak memasang alat ini untuk mencatat transaksi.

Meskipun pemilik Bakso Sony memutuskan untuk tutup, namun Pemkot Bandar Lampung menegaskan jika utang setoran pajak yang belum dibayarkan nggak otomatis hilang.

 "Bakso Sony mengenai penutupan gerainya itu hak mereka, tapi tidak akan menghapus tanggung jawab yang hingga kini belum dituntaskan itu," kata Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah.

Deddy menganjurkan agar pihak restoran menyelesaikan tunjakan pajak agar nggak melanggar hukum meskipun lokasi usaha bakal pindah. Pihaknya juga tetap akan tetap menyegel gerai Bakso Sony yang masih beroperasi kalau pihak manajemen masih nggak kooperatif. Sejauh ini, baru 6 dari 18 gerai milik Bakso Sony yang telah disegel Pemerintah Kota Bandar Lampung.

"Sederhana sebenarnya, kalau pihak manajemen mau menggunakan tapping box, masalah selesai dan kita persilakan utuk beroperasi normal," ucap dia. 

"Penggunaan tapping box ini diatur undang-undang," tutupnya.

Duh, sangat disayangkan ya usaha yang sudah berdiri puluhan tahun itu akhirnya harus tutup, Millens? (Kom/IB21/E07)