Sebelas Hari dalam Pencarian, Kopda Muslimin Akhirnya Tewas Bunuh Diri

Sebelas Hari dalam Pencarian, Kopda Muslimin Akhirnya Tewas Bunuh Diri
Rumah orang tua Kopda Muslimin yang merupakan TKP aksi bunuh dirinya diberi garis batas polisi karena sedang dalam masa penyelidikan. (Ayosemarang/Edi Prayitno)

Kopda Muslimin, otak penembakan istrinya di Banyumanik, Kota Semarang, ditemukan tewas bunuh diri di orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah. Dia tewas usai menenggak racun.

Inibaru.id - Setelah menghilang selama 11 hari dan dalam masa pencarian tim gabungan Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng, akhirnya Kopda Muslimin ditemukan dalam keadaan nggak bernyawa. Pria yang menjadi otak upaya pembunuhan istrinya sendiri itu kabarnya tewas setelah menenggak racun di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah pada Kamis (28/7) pukul 07.00 WIB.

Tampak di lokasi kejadian Asintal Kodam IV/Diponegoro Kolonel Inf Wahyu Yudhayana, Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Henry Polli dan puluhan personel berjaga di kawasan rumah orang tuanya. Sejauh ini belum ada keterangan resmi baik dari TNI mapun Polri terkait kejadian ini karena masih dalam masa penyelidikan.

Sementara itu, tetangga orang tua Kopda Muslimin, Sumardi memberikan sedikit kesaksian tentang gelagat pria tiga anak tersebut sebelum melakukan aksinya. 

"Dia sempat bilang daripada mati di luar mending mati di rumah sendiri," cerita Sumardi.

Cerita dari Pelaku

Total pelaku penembakan yang diperintah Kopda Muslimin untuk mengeksekusi istrinya adalah lima orang. (Ayosemarang/Audrian Firhanussa)
Total pelaku penembakan yang diperintah Kopda Muslimin untuk mengeksekusi istrinya adalah lima orang. (Ayosemarang/Audrian Firhanussa)

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengabarkan bahwa keempat pelaku penembakan dan seorang penyedia senjata api sudah tertangkap. Nggak hanya itu, sebelumnya polisi lebih dulu mengamankan dua sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

Menurut cerita eksekutor penembakan Sugiono (34) alias Babi, Kopda Muslimin menginstruksikan untuk menembak korban tepat di kepala agar meninggal di tempat. 

“Perintah nembak kepala tapi saya tidak mau. Suruh habisin di kepala, nggak tega,” ungkap Babi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7).

Meski merupakan tindakan keji, Babi dan komplotannya menerima "pekerjaan" karena tergiur dengan sejumlah uang yang ditawarkan. Menurut pengakuan Babi kopda Muslimin menjanjikan upah Rp 120 juta. Kenyataannya, lebih dari itu, Kopda Muslimin memberikan Rp 200 juta dan unit mobil Toyota Yaris. 

Belakangan diketahui uang yang digunakan untuk membayar eksekutor merupakan uang milik mertua Kopda Muslimin alias orang tua dari korban. 

“(Saksi) ditelepon oleh Muslimin diminta untuk minta uang ke ibu korban untuk biaya rumah sakit Rp 120 juta,” ungkap Kapolrestabes Semarang Irwan Anwar, Rabu (27/7).

Ya, setelah menyimak berhari-hari cerita penembakan ini, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik ya, Millens? Pelajaran apa saja itu, pastilah kamu sudah tahu. (Det,Ayo,Cnn,Sol/IB09/E10)