Kala NTT Protes Alat Musik Sasando Diklaim Sri Lanka

Kala NTT Protes Alat Musik Sasando Diklaim Sri Lanka
Sasando, alat musik khas NTT diklaim Sri Lanka. (Twitter.com/ochtend_)

Tiba-tiba saja alat musik NTT yang sudah membudaya di sana, sasando diklaim Sri Lanka. Sri Lanka bahkan berniat mengklaim hak intelektualnya. Gimana ya respons pemerintah Indonesia dengan klaim ini?

Inibaru.id – Bertambah lagi daftar negara yang mengklaim budaya Indonesia. Jika biasanya isu soal klaim budaya ini melibatkan negeri jiran Malaysia, kini Sri Lanka, yap negara yang jaraknya lumayan jauh dari sini, justru mengklaim alat musik sasando khas Provinsi Nusa Tenggara Timur. NTT pun memprotes hal ini.

Jadi gini ceritanya, Millens, entah ada kabar angin apa, tiba-tiba Sri Lanka berniat mendaftarkan hak kekayaan intelektual sasando ke World Intellectual Property Organization (WIPO) sebagai alat musik khas negara pulau yang ada di selatan India ini. Kontan saja, pemerintah provinsi (Pemprov) NTT nggak tinggal diam, mereka ikutan menghubungi WIPO untuk mengajukan protes dan menggagalkan niat ini.

“Saya tadi kontak deputi WIPO, kita hendak melayangkan protes, mereka (WIPO) sudah mengurungkan niatnya (memberi hak kekayaan intelektual sasando ke Sri Lanka),” ungkap Wakil Gubernur NTT Josef Nai Soi, Rabu (29/12/2021).

Menariknya, Sri Lanka mendaftarkan sasando dengan nama yang lain meski secara bentuk dan suara persis seperti alat musik dawai yang dipetik dari NTT tersebut.

Sasando, alat musik asli NTT. (Twitter.com/IndonesiainDC)
Sasando, alat musik asli NTT. (Twitter.com/IndonesiainDC)

Josef juga menyebut sasando sebenarnya sudah didaftarkan hak kekayaan intelektualnya ke KemenkumHAM. Namun, karena lingkupnya baru nasional, Pemprov NTT memutuskan bakal mendaftarkannya ke WIPO.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pihaknya bakal menyiapkan bukti yang bakal dibawa ke WIPO. Bukti ini berupa alat musik ini memang asli NTT sehingga nggak boleh diklaim negara lain. 

“Nanti kan pasti ada pembuktian. Kita siapkan nanti untuk pembuktiannya, bahwa itu merupakan bagian dari karya tradisi Indonesia,” jelas Muhadjir, Rabu (29/12/2021).

Menariknya, beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2021, sebenarnya wacana untuk menjadikan sasando diakui sebagai warisan budaya dunia oleh organisasi PBB UNESCO sudah mengemuka. Wacana ini muncul saat Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti saat menemui Perkumpulan Rote Bersatu (PRB) pada Minggu (10/10/2021).

Untungnya sih, UNESCO memang mengizinkan negara manapun untuk mengajukan budayanya sebagai warisan budaya dunia setiap dua tahun. Jadi, Indonesia juga bakal punya kesempatan untuk melakukannya.

“Sudah sepatutnya kita berikan dukungan penuh agar sasando mendapatkan status Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO,” ujar La Nyalla saat itu.

Duh, semoga saja ya sasando nggak lagi diklaim Sri Lanka atau negara lain, Millens. Apalagi, alat musik ini kabarnya sudah ada di NTT sejak abad ke-7. Sudah selama itu lo di sini, masa diklaim negara lain? (Det/IB09/E05)