Kala Ambulans Dihujat dan Dilempari Batu, Mana Empatimu?

Kala Ambulans Dihujat dan Dilempari Batu, Mana Empatimu?
Ilustrasi: Ambulans kini dihujat dan dilempari batu. Gara-gara hoaks? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Gara-gara hoaks yang menyebar di media sosial, kini ada kabar ambulans dihujat dan dilempari batu saat membawa pasien. Apakah semakin banyak orang yang sudah kehilangan empatinya?

Inibaru.id – Kabar memilukan nggak hanya datang dari rumah sakit atau tempat isolasi pasien Covid-19. Kini, ambulans yang semakin sering kita temui di jalanan juga memberikan kabar yang sama. Sudah ada ambulans yang kini dihujat dan dilempari batu oleh mereka yang nggak percaya dengan Covid-19.

Di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, ambulans yang dimiliki oleh salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, tepatnya Lazismu PC Muhammadiyah Klaten Tengah dilempar batu oleh orang tak dikenal. Padahal, ambulans ini sedang menjemput pasien. Nggak cukup dilempari batu, sejumlah orang juga melakukan teror terhadap sang sopir ambulans, Muhammad Kholid Imawan Danuha.

“Dalam perjalanan pulang dari RSUP Dr Sardjito (Yogyakarta), saya mengalami empat kali diganggu pengguna jalan,” terang Kholid, Jumat (9/7/2021).

Dia menceritakan kejadian ini berlangsung pada Rabu (7/7) malam, tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB. Sang pasien akhirnya dibawa pulang ke Bayat karena di RSUP Dr Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah Prambanan sudah penuh. Keduanya nggak lagi bisa menampung pasien yang terus berdatangan.

Dalam perjalanan pulang di Jalan Yogya-Solo inilah, Kholid sempat dipepet mobil dengan warna putih. Setelahnya, ada dua pengendara sepeda motor berboncengan yang menghujatnya. Padahal, jelas-jelas ada pasien Covid-19 dan keluarganya di dalam ambulans tersebut.

Ilustrasi: Ambulans semakin banyak di jalanan untuk membantu pasien, baik itu karena Covid-19 ataupun penyakit lainnya. (Flickr/

Bernhard Wintersperger)
Ilustrasi: Ambulans semakin banyak di jalanan untuk membantu pasien, baik itu karena Covid-19 ataupun penyakit lainnya. (Flickr/ Bernhard Wintersperger)

Selain kasus yang dialami Kholid dan ambulans yang dikendarainya, sebelumnya viral kabar ambulans dilempari batu di Cawas, Klaten. Ambulas ini padahal sedang mengantarkan pasien ke RS Kasih Ibu yang ada di Solo, Jawa Tengah. Kejadiannya berlangsung pada Kamis (8/7) sekitar pukul 24.00 WIB di Flyover Purwosari, Jalan Slamet Riyadi, Solo.

“Mobilnya rusak, kaca depan pecah. Pasien posisi tidur dan sopir atas nama Sukmadi tidak luka,” terang Komandan Ambulans PD Muhammadiyah Klaten Husni Thamrin, Jumat (9/7).

Husni mengaku pihaknya sedang meminta bantuan sejumlah penasehat hukum agar menginvestigasi kasus ini. Apalagi, ambulans berjalan dengan kecepatan sedang, sekitar 50 km per jam, dan nggak ugal-ugalan. Selain itu, pihaknya juga meluruskan kalau pasien yang dijemput bukanlah pasien Covid-19 namun membutuhkan bantuan medis karena ada masalah kesehatan lainnya.

Gara-gara hal ini, Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Solo Teguh Wahyudi memutuskan untuk memberikan pengawalan bagi mobil pengantar jenazah. Mereka juga terus memantau hoaks di media sosial terkait dengan ambulans.

“Seandainya evakuasi pun juga akan ada pengawalan,” ujar Teguh, Jumat (9/7).

Pihaknya juga memastikan bakal menempuh tindakan hukum jika menemukan berita hoaks dan pelaku penyebarnya di media sosial.

“Mohon maaf akan ditindaklanjuti secara hukum,” tegasnya.

Kalau kamu nggak percaya dengan Covid-19, setidaknya jangan mengganggu para relawan dan tenaga kesehatan yang menjemput atau mengantarkan pasien, apapun penyakitnya, Millens. Mereka sudah berjuang untuk membantu banyak orang di masa pandemi ini, lo. Dijaga empatinya, ya? (Oke, Det/IB09/E05)