Jadi Rujakan Warganet, Rektor UI Mundur dari Jabatan Wakil Komisaris Utama BRI

Jadi Rujakan Warganet, Rektor UI Mundur dari Jabatan Wakil Komisaris Utama BRI
Rektor UI Ari Kuncoro mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI usai didesak publik atas kasus rangkap jabatan. (ui.ac.id)

Usai didesak berbagai pihak dan jadi bahan meme warganet karena dianggap melakukan rangkap jabatan, Rektor UI Ari Kuncoro akhirnya mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI. Presiden Jokowi pun ikut mendapatkan kritikan tajam terkait penunjukan petinggi perusahaan plat merah itu.

Inibaru.id – Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI. Hal ini disebabkan oleh derasnya desakan untuk mundur akibat isu rangkap jabatan. Meme-meme yang mengejek hal ini bahan sampai beterbaran di media sosial.

Desakan semakin kuat karena Presiden Joko Widodo justru seperti mendukung rangkap jabatan ini. Jokowi justru merevisi aturan yang memperbolehkan rangkap jabatan. Dia mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 75 tahun 2021. Meski begitu, hal ini tetap dianggap nggak etis. Ari pun dianggap melanggar statuta UI di PP Nomor 68 tahun 2013.

“Pengunduran diri Sdr Ari Kuncoro dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan. Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional emiten atau perusahaan publik,” terang Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto, Kamis (22/7/2021).

Sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, sejumlah politisi bahkan sampai mendesak Ari untuk dipecat dari rektor UI. Hal ini diungkap politisi PDI-P Arteria Dahlan. Sementara itu, politikus Gerindra Andre Rosiade meminta Ari untuk memilih salah satu dari dua jabatan yang diembannya.

“Saya meminta beliau memilih satu jabatan, karena bertabrakan dengan statuta UI,” tegas Andre.

Presiden Jokowi juga mendapatkan kritik karena menerbitkan aturan yang justru mendukung rangkap jabatan Rektor UI. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Presiden Jokowi juga mendapatkan kritik karena menerbitkan aturan yang justru mendukung rangkap jabatan Rektor UI. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kalau menurut Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah, kasus rangkap jabatan Ari Kuncoro ini bisa berimbas buruk bagi nama baik UI yang selama ini selalu dianggap sebagai salah satu universitas terdepan di Tanah Air.

“UI itu role model perguruan tinggi Indonesia. Jika dia bertahan (rangkap jabatan), malah akan memperburuk citra UI dan berpotensi dicontoh universitas lain,” ujar Trubus, Kamis (22/7).

Trubus juga mengkritik tindakan Jokowi yang justru merevisi aturan demi mengizinkan rektor UI juga bisa menjabat di tempat lain. Dampaknya, persepsi publik soal ketegasannya menurun.

“Revisi peraturan dilakukan setelah ramai, ini bukan pertama kali. Sebelumnya revisi UU KPK, Ominbus Law. Ini kontraproduktif terhadap publik. Seharusnya hukum bukan jadi alat kekuasaan,” kritik Trubus.

Dampak yang lebih buruk, bisa jadi di masa depan universitas hanya akan menjadi tempat bagi anak muda kuliah dan mencari gelar saja, bukannya sebagai tempat untuk menghasilkan pemikir kritis.

Sebelumnya, nama UI juga sempat jadi perbincangan hangat masyarakat karena Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI memberikan julukan “King of Lip Service” terhadap Jokowi karena berbagai kebijakannya yang dianggap kurang maksimal.

Hm, kalau menurut kamu, sudah tepatkah keputusan Rektor UI Ari Kuncoro mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama BRI ini, Millens? (Asumsi/IB09/E05)