BerandaHits
Senin, 23 Feb 2025 13:22

Mengapa Kecoak Mati Dalam Posisi Terbalik?

Kecoak mati terbalik. (Insekta)

Kepikiran nggak mengapa kecoak mati terbalik? Berikut adalah penjelasannya, Millens.

Inibaru.id – Terkadang setelah meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, kamu mendapati kecoak mati dalam posisi tubuh terbalik. Mengingat posisi hewan tersebut cukup kontras dengan saat mereka masih hidup, kepikiran nggak apa yang bikin mereka mati dalam posisi tersebut?

Biasanya, kecoak mati terbalik setelah disemprot dengan cairan pembasmi serangga. Tapi, terkadang mereka juga bakal terbalik setelah dipukul dengan sapu atau benda lainnya. Bedanya, jika setelah disemprot dengan cairan serangga biasanya kecoak lambat laun meninggal, setelah dipukul dengan sapu, terkadang kecoak mampu kembali membalikkan badan dan akhirnya kembali berlarian ke sana kemari.

Tapi, kepikiran nggak mengapa kecoak mati terbalik setelah kita semprot dengan cairan insektisida? Terkait dengan hal ini, kita bisa mengecek informasi yang diungkap Insekta, Sabtu (21/7/2018) lalu.

Ternyata, kandungan di dalam cairan penyemprot serangga ini berpengaruh besar pada kinerja sistem saraf serangga yang kerap dianggap menjijikkan tersebut. Dampak dari hal ini adalah sejumlah enzim jadi lebih banyak terkumpul dalam tubuh dan akhirnya memicu kejang. Saat kejang itulah, tubuh mereka terguling hingga posisinya jadi terlentang.

Masalahnya, posisi kaki kecoak yang ada pada bagian bawah tubuhnya membuatnya kesulitan untuk membalikkan badannya kembali. Apalagi, sistem saraf dan koordinasi otot dalam tubuhnya juga sudah terganggu akibat efek cairan pestisida. Lambat laun, kecoak pun akhirnya mati, deh.

Kecoak mati akibat kejang akibat terkena efek cairan pembasmi serangga. (Bobo/Pixabay/hhac)

Beda cerita kalau kecoak terbalik setelah kita pukul dengan sapu, misalnya. Karena sistem saraf dan koordinasi ototnya masih baik, terkadang mereka masih bisa berusaha untuk meraih objek lain atau pinggiran dinding bagian bawah. Dengan meraih objek-objek itulah, mereka kemudian bisa membalikkan badan kembali.

“Kecoak membutuhkan permukaan objek yang kasar atau sudut yang pas agar bisa mendapatkan cengkeraman dan membalikkan tubuhnya lagi,” ungkap peneliti serangga Dr David Foster.

Makanya, jika mereka terbalik di permukaan yang cenderung licin sehingga membuat mereka kesulitan mencari objek lain untuk membalikkan badan, ada kemungkinan mereka akan mengalami kelelahan ekstrem atau bahkan dehidrasi parah.

Hal inilah yang jadi alasan mengapa terkadang saat kamu baru pulang ke rumah setelah meninggalkannya selama beberapa hari, ada kecoak mati dengan posisi terbalik. Padahal, nggak ada satu pun orang yang menyemprotkan cairan serangga ke kecoak tersebut.

Apa pun itu, kecoak termasuk dalam hewan yang jorok dan bisa membawa bibit penyakit. Jadi, kalau memang menemukannya di dalam rumah, jangan ragu deh menyemprotkan cairan anti-serangga ke kecoak agar hewan ini mati. Setuju, kan, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ganti Karangan Bunga dengan Tanaman Hidup, Imbauan Bupati Temanggung Terpilih

19 Feb 2025

Perjalanan Kasus Korupsi Wali Kota Semarang sebelum Resmi Jadi Tersangka KPK

20 Feb 2025

Tiongkok Buka Lowongan 'Pasukan Pertahanan Planet': Cegah Asteroid Hantam Bumi

20 Feb 2025

Mudik Gasik, Kebiasaan Unik Warga Kampung Satai di Boyolali Sambut Sadranan

20 Feb 2025

Operasi Pasar GPM Digelar Pemerintah Jelang dan Selama Ramadan 2025

20 Feb 2025

'Kabur Aja Dulu' adalah Autokritik untuk Kebijakan yang Lebih Baik

20 Feb 2025

Profil Sukatani, Band Purbalingga yang Tarik Lagu karena Dianggap Singgung Polisi

21 Feb 2025

Tidak Ada Lagi Subsidi BBM pada 2027, Klaim Luhut Binsar Pandjaitan

21 Feb 2025

Mengapa Huruf N pada Tulisan Nutella Berwarna Hitam?

21 Feb 2025

Polda Jateng Gelar Ramp Check di Mangkang: Uji Emisi dan Cek Fasilitas Keselamatan

21 Feb 2025

Di Masjid Sheikh Zayed Solo Kamu juga Bisa Cari Jodoh!

21 Feb 2025

Serunya Menonton Pesawat Lepas Landas dan Mendarat di Gardu Pandang YIA Kulon Progo

21 Feb 2025

UMKM Perlu Prioritaskan Pajak dan Legalitas untuk Hindari Risiko Kerugian

21 Feb 2025

Faceless Content: Solusi bagi Introvert yang Ingin Menjadi Kreator

21 Feb 2025

Sejarah Kode ACAB yang Kembali Populer setelah Klarifikasi Sukatani

22 Feb 2025

Viral Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu, Polda Jateng Klaim Menghargai Kebebasan Berekspresi

22 Feb 2025

Warteg Warmo, Lokasi yang Jadi Inspirasi Lagu 'Begadang' Rhoma Irama

22 Feb 2025

Memahami Rasa Trauma dan Duka Mendalam lewat Film 'The Graduates'

22 Feb 2025

Sejarah Nama Kawasan Kalibanteng di Kota Semarang

22 Feb 2025

Janji Bupati; Rembang Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kendal Lanjutkan Pembangunan

22 Feb 2025